Showing posts with label tips motor. Show all posts
Showing posts with label tips motor. Show all posts

Monday, April 30, 2012

Tips Beli Sokbreker Bekas

NAHHH sedikit Tips untuk membeli sokbreker atau bahasa gaulnya Skok ini berikut bisa sedikit membantu biar ngak di tipu sama si pedagang  Sokbreker Bekas. Namanya juga barang bekas kita sedikit kudu ati ati dengan barang ini , yahhh punya sedikit referensi untuk melihat kualitas sebelum membeli. 
Silahkan berikut adalah Tips Beli Sokbreker Bekas

Tips Beli Sokbreker
  • Perhatikan body/badan sokbreker, mulus..apa ngga..? barang baru harus mulus ngga ada bekas las-lasan, catnya bagus dan tebal , seperti cat pabrik, bukan cat pylox.

  • Perhatikan kode/stamp pada body sokbreker, pada body sokbreker terdapat merek yang biasanya diukir dengan laser, atau menggunakan alat khusus untuk membuat merek mereka terukir pada body sokbreker.
  • Stiker yang menempel pada body sokbreker letaknya sempurna, karena dikerjakan oleh mesin. Ngga ada yang mencong kiri atau kanan. Warna stiker juga tampak bagus karena diprint dengan alat yang berkualitas.
  • Batang as sokbreker mengkilap, tidak ada bekas las-las an yang berwana sedikit kebiru-biruan, belum ada bekas tergores, klo ada goresan berarti sudah pernah terpakai alias bekas, karena batang as sokbreker bergerak naik dan turun dari body sokbreker.
  • Drat pada batang sokbreker bagus dan halus, tidak kasar
  • Perhatikan anting sokbreker bagian bawah, bagian ini paling gampang dicek, apakah masih mulus atau tida, biasanya anting sokbreker bekas tidak bulat.
  • Terakhir baru lakukan pengetesan,untuk Jenis GAS, tekan sokbreker full kebawah dan lihat apakah sokbreker kembali keposisi atas dengan sendirinya (harus kembali). Perhatikan gerakannya pada saat kembali ke posisi awal (mulus lancar tidak terputus).
  • Untuk Jenis OLI, tekan kebawah dan tarik lagi, perhatikan pada saat menarik gerakan harus lancer tidak terputus oleh angin. Aman sekarang tinggal dateng ke toko onderdil, belabnja dech :)

    Saturday, March 3, 2012

    Diagram Kelistrikan Sepeda Motor

    Diagram Kelistrikan Sepeda Motor Bagi agan yang ingin belajar mendalami oprek sepeda motor sendiri berikut adalah sistem kelistrikan secara umum di dalam rangkaian sepedah motor semoga membantu..?
    Kunjungi saja blo ini

    Bagi pemilik, penggemar, pengoprek, pemodif, dan bengkel, gambar diagram honda supra supri ini mungkin sangat bermanfaat. (supri = koyok supra tapi bukan supra, kan banyak motor korea, china dll yang menganut wiring sama dengan honda supri). Saya pilih honda supra karena populasi nya sangat banyak (dibanding tiger). 

    Contohnya: bagi yang kuproxnya mati, jika ingin mengganti dengan kuprox motor lain, atau diganti dengan dioda biasa atau dengan dioda bridge biasa, cara merakitnya ya sama dengan gambar yang saya buat, jadi hanya perlu dua buah dioda. Terus yang akan memasang CDI dari motor lain (CDI yang menganut arus AC tentunya), jika urut-urutan kabelnya berbeda bisa mengikuti gambar ini.

    Warna kabel mungkin bisa berbeda sedikit atau berbeda sama sekali jika tahun pembuatan berbeda, tetapi koneksi pada intinya sama, begitu juga fungsi-fungsi utamanya.
    Semoga bermanfaat… , dan jika gambarnya salah atau kurang jelas silahkan komplin.


    tag: Diagram Kelistrikan Sepeda Motor Yamaha Honda supra gle: drag jupiter z cutting sticker satria fu: beat velg 17: beat modifikasi drag beat drag modifikasi airbrush rx king jawa pilihan warna mio soul mio ganteng

    Sunday, December 18, 2011

    Ngreyen Motor Yang Baik Khusus SATRIA FU 150

    mesin piston_dan_blok_satriafu-150

    Ngreyen Motor yang Baik Khusus SATRIA FU 150

    Sebelumnya oto-trendz juga sudah menuliskan bagaimana Ngreyen Motor Yang Baik tapi kali ini di khususkan pada motor favorit satria fu
    untuk lebih jelasnya dan detil nya selahkan simak artikel dibawah ini dan semoga bermanfaat untuk kedepanya bagi motor anda

    Running in ( inreyen ) untuk Satria kita 500 km
    1. ada aturan setiap penggunaan mesin apalagi baru atau masa uji coba kendarai motor anda seperti mestinya normal-normal saja bekerja secara bebas (tetapi jangan sampai batas merah) dan jangan juga di beri beban berat (misalnya penggunaan gigi tinggi pada kecepatan rendah).
    1. Penggantian perseneling juga dilakukan secara halus jangan di dilepas secara tiba-tiba. Inreyen jangan dilakukan dengan cara distandar tengah lalu mesin dihidupkan dan perseneling masuk dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut dapat merusak mesin.
    2. Tinggalkan cara lama menggeber mesin atau memanasi satria sampai berjamjam itu tidak penting malah merusak knalpot satria kesayangan anda.
      Ada 2 buah Tips yang bisa dilakukan semasa Inreyen, yaitu :
      • Cari turunan yang agak panjang (kalau bisa sih kondisi sepi kayak minggu pagi biar gak ganggu lalu lintas), dimulai dari atas, kendarai motor kira-kira 50 km/jam. Begitu mulai turun, tutup gas sedikit sekitar 1-2 detik lalu buka gas lagi sampai mesin terasa narik (torsi dapat), tutup gas lagi. Hal ini menghasilkan kefakuman di dalam crankcase( ruang mesin di bawah piston) yang menyebabkan tekanan ring piston terhadap dinding silinder sehingga membantu untuk bed in (menyatu sehingga gesekan minim).
      • Jangan menggunakan oli sintetis. Hal ini selain memperlambat bed in karena kelicinannya juga dapat memperpendek umur mesin. Bearing dan silinder menjadi terlalu licin sehingga tidak bisa menghasilkan film untuk memegang oli yang lewat. Jadi kalau inreyen pakai oli standar pabrik yang mineral aja, selain murah hasil terbaik.
      • Menghidupkan motor dari keadaan dingin. Kerusakan yang paling besar dari sebuah mesin kebanyakn terjadi pada start awal dari dingin. Oli masih sulit untuk bersirkulasi dan juga oli masih berada di bawah yaitu di bak oli. Untuk menolong hal ini, gunakan kick starter beberapa kali dalam keadaan mesin mati. Dalam hal menyimpan motor juga berpengaruh. Parkirlah motor dengan menggunakan standar tengah sehingga oli merata dikiri-kanan mesin. Kalau menggunakan standar sampng, oli akan berkumpul di sebelah kiri mesin. Apalagi kalau motor ditinggal lama. Hal ini menyebabkan bagiandalam mesin sebelah kanan jadi cemburu karena kurang terlumasi. Setelah mesin hidup, boleh tunggu beberapa saat sekitar 1 menit sampai mesin sudah idle normal atau langsung jalan dengan kecepatan santai untuk memberi kesempatan oli bersirkulasi dengan sempurna.
      • Kendarailah motor dengan semestinya. Mesin-mesin dibuat dengan tujuannya masing-masing. Mesin potong rumput di disain untuk hidup dengan putaran mesin yang statis. Berbeda dengan mesin motor yang didisain dengan putaran mesin yang dinamis.
      Apalagi untuk motor jaman sekarang yang didisain untuk dibawa pada RPM menengah ke tinggi. Misalnya untuk Motor Satria, dari spesifikasi dapat diketahui tenaga dan torsi maksimum pada RPM yang cukup tinggi yaitu 9000-an.
      Sehingga bisa dikatakan mesin Satria bekerja secara optimal di sekitar RPM (8000 – 90000) yang membuat mesin menjadi lebih awet dibandingkan dengan mesin satria yang dikendarai terlalu hati-hati atau dikendarai dengan cara short shifting (ganti perseneling pada RPM yang terlalu rendah).
      Jadi sekali-sekali motor bawa kebut untuk membuat mesin bersih dan sehat tanpa melupakan tanggung jawab kita sebagai pengendara motor yang sopan.
      Perhatikan pula dalam menurunkan perseneling. Jangan menurunkan lebih dari satu gigi sekaligus dari kecepatan tinggi yang mengakibatkan over-rev (RPM ketinggian atau di atas batas aman)sehingga dapat merusak transmisi dan katup juga bisa bengkok.
      • Jangan sering-sering angkat roda depan. Sepeda motor di disain dengan dua roda, jadi kalau kita mengendarai motor dengan satu roda berarti kita memakainya diluar disainnya. Beberapa motor, kalau kita angkat roda depan cukup lama menyebabkan oli menuju ke belakang crankcase sehingga sulit dijangkau mesin untuk disirkulasikan. Apa yang akan terjadi? Turun mesin! :)
      • Please, donĂ¢€™t do it (jangan lakukan!!). Kita sering melihat pengendara motor atau mobil menaikkan RPM (ngegas) sebelum dimatikan. Untuk kendaraan teknologi lama atau mesin 2 tak hal tersebut biasa dilakukan untuk memperkaya ruang bakar atau membersihkan busi sehingga mudah untuk di start kembali (CMIIW). Namun untuk kendaraan modern hal ini akan merugikan. Seperti kita ketahui bensin adalah cairan yang ampuh untuk membersihkan kotoran yang berlemak atau ber-oli. Sehingga apa jadinya bila kita melakukan hal tersebut di atas yang menyebabkan ada sisa bahan bakar yang tidak terbakar karena langsung dimatikan setelah di gas? Oli yang melindungi silinder dan piston akan tersapu yang berarti umur mesin berkurang dan bisa menyebabkan karat bila motor disimpan lama